Upah murah..... ya itulah masalah yang sering kali dibuat bahan demo oleh kebanyakan buruh dan karyawan pabrik/industri. Mereka telah bekerja keras demi bisa menghidupi keluarganya, tapi apa hasilnya? mereka tidak mendapatkan gaji yang layak dengan pekerjaan yang sangat berat, karena kebanyakan buruh adalah dari keluarga menengah kebawah. Kapan negara ini dapat menghasilkan rakyat makmur, kalau terus-terusan orang bawah diinjak-injak seperti ini???
Indonesia merupaka negara berkembang, tak sedikit kita lihat rakyat miskin dan orang-orang yang pengangguran di negeri kita tercinta ini. Sekarang kita lihat di ibu kota Jakarta, banyak sekali orang dari luar kota ingin tinggal dan hidup lebih nyaman di sana, tapi kenyataannya harapan mereka tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka hadapi saat ini, malah mereka tidak bisa hidup layak di sana. Karena tidak punya skill dan pengetahuan yang luas, mereka tertindas, terkucilkan, dan tinggal di kolong jembatan kebanyakan. Memulung, mengamen, meminta-minta, bahkan mencuri pun mereka lakukan demi kelangsungan hidup mereka di sana. Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang belum cukup umur juga tak sedikit yang bekerja, seharusnya mereka tidak boleh merasakan hidup yang keras seperti itu, mereka mempunyai hak untuk melalukan kewajibannya sebagai generasi penerus bangsa, yakni sekolah dan belajar, karena hidup yang tak layak, mau tak mau mereka harus menjalani semua itu.
Indonesia merupaka negara berkembang, tak sedikit kita lihat rakyat miskin dan orang-orang yang pengangguran di negeri kita tercinta ini. Sekarang kita lihat di ibu kota Jakarta, banyak sekali orang dari luar kota ingin tinggal dan hidup lebih nyaman di sana, tapi kenyataannya harapan mereka tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka hadapi saat ini, malah mereka tidak bisa hidup layak di sana. Karena tidak punya skill dan pengetahuan yang luas, mereka tertindas, terkucilkan, dan tinggal di kolong jembatan kebanyakan. Memulung, mengamen, meminta-minta, bahkan mencuri pun mereka lakukan demi kelangsungan hidup mereka di sana. Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang belum cukup umur juga tak sedikit yang bekerja, seharusnya mereka tidak boleh merasakan hidup yang keras seperti itu, mereka mempunyai hak untuk melalukan kewajibannya sebagai generasi penerus bangsa, yakni sekolah dan belajar, karena hidup yang tak layak, mau tak mau mereka harus menjalani semua itu.
Sebagai
warga sebuah negara, mereka juga mempunyai hak untuk hidup layak dan anak-anak
harus bersekolah. Tapi mengapa hal itu jarang ditanggapi oleh pemerintah?? Memang
tidak mudah menangani masalah seperti ini di sebuah negara, karena negara kita
adalah negara padat dan terlalu luas wilayahnya juga perlu waktu yang cukup
lama dan kerja keras untuk
memperbaikinya. Kalau memang pemerintah berkeinginan segera membangun bangsa
yang tentram, damai dan jauh dari kemikinan, seharusnya pemerintah sudah mempunyai
program-program yang jenius untuk bisa
menghadapi dan menyelesaiakn masalah negara yang seperti ini. Tapi kenyataannya
bukan memperbaiki negara, tapi malah para penguasa sedikit demi sedikit telah
menghancurkan negara, buktinya para pejabat pemerintah banyak dikabarkan
sebagai koruptor, apakah bisa negara dibangun lebih baik lagi kalau pejabatnya
saja seperti itu, apalagi rakayat nya?. Belum puaskah mereka dengan jabatan yang mereka miliki? apakah tidak ada
sedikitpun dibenak mereka untuk memperbaiki negara dengan mengurangi angka
kemiskinan dan pengangguran? apa yang ada dipikiran mereka sampai mereka
tega menghancurkan negaranya sendiri?.
Semua
warga negara mempunyai hak untuk hidup yang layak, tentram, dan damai. Mereka
yang tak bisa bersekolah, itu juga kewajiban pemerintah, memenuhi hak warga
memperoleh pendidikan sampai akhir. Tapi apa? Tidak ada respon sama sekali dari
para penguasa negara ini, sungguh menyedihkan. Dari sini sudah bisa kita lihat bahwa
masih banyak hak-hak yang belum didapat dan dirasakan oleh saudara-saudara
kita, mulai dari hak untuk hidup, hak memproleh pendidikan, hak hidup
bersama-sama seprti orang lain, hak mendapatkan perlakuan yang sama dengan yang
lain, dan masih banyak hak-hak yang lain yang masih belum bisa mereka rasakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar