Kamis, 19 Desember 2013

KITA JUA INGIN BAHAGIA


Upah murah..... ya itulah masalah yang sering kali dibuat bahan demo oleh kebanyakan buruh dan karyawan pabrik/industri. Mereka telah bekerja keras demi bisa menghidupi keluarganya, tapi apa hasilnya? mereka tidak mendapatkan gaji yang layak dengan pekerjaan yang sangat berat, karena kebanyakan  buruh adalah dari keluarga menengah kebawah. Kapan negara ini dapat menghasilkan rakyat makmur, kalau terus-terusan orang bawah diinjak-injak seperti ini???
Indonesia merupaka negara berkembang,  tak sedikit kita lihat rakyat miskin dan orang-orang yang pengangguran di negeri kita tercinta ini. Sekarang kita lihat di ibu kota Jakarta, banyak sekali orang dari luar kota ingin tinggal dan hidup lebih nyaman di sana, tapi kenyataannya harapan mereka tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka hadapi saat ini, malah mereka tidak bisa hidup layak di sana. Karena tidak punya skill dan pengetahuan yang luas, mereka tertindas, terkucilkan, dan tinggal di kolong jembatan kebanyakan. Memulung, mengamen, meminta-minta, bahkan mencuri pun mereka lakukan demi kelangsungan hidup mereka di sana. Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang belum cukup umur juga tak sedikit yang  bekerja, seharusnya mereka tidak boleh merasakan hidup yang keras seperti itu, mereka mempunyai hak untuk melalukan kewajibannya sebagai generasi penerus bangsa, yakni sekolah dan belajar, karena hidup yang tak layak, mau tak mau mereka harus menjalani semua itu.
Sebagai warga sebuah negara, mereka juga mempunyai hak untuk hidup layak dan anak-anak harus bersekolah. Tapi mengapa hal itu jarang ditanggapi oleh pemerintah?? Memang tidak mudah menangani masalah seperti ini di sebuah negara, karena negara kita adalah negara padat dan terlalu luas wilayahnya juga perlu waktu yang cukup lama dan kerja keras  untuk memperbaikinya. Kalau memang pemerintah berkeinginan segera membangun bangsa yang tentram, damai dan jauh dari kemikinan, seharusnya pemerintah sudah mempunyai program-program yang  jenius untuk bisa menghadapi dan menyelesaiakn masalah negara yang seperti ini. Tapi kenyataannya bukan memperbaiki negara, tapi malah para penguasa sedikit demi sedikit telah menghancurkan negara, buktinya para pejabat pemerintah banyak dikabarkan sebagai koruptor, apakah bisa negara dibangun lebih baik lagi kalau pejabatnya saja seperti itu, apalagi rakayat nya?. Belum puaskah mereka dengan  jabatan yang mereka miliki? apakah tidak ada sedikitpun dibenak mereka untuk memperbaiki negara dengan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran? apa yang ada dipikiran mereka sampai mereka tega  menghancurkan negaranya sendiri?.
Semua warga negara mempunyai hak untuk hidup yang layak, tentram, dan damai. Mereka yang tak bisa bersekolah, itu juga kewajiban pemerintah, memenuhi hak warga memperoleh pendidikan sampai akhir. Tapi apa? Tidak ada respon sama sekali dari para penguasa negara ini, sungguh menyedihkan. Dari sini sudah bisa kita lihat bahwa masih banyak hak-hak yang belum didapat dan dirasakan oleh saudara-saudara kita, mulai dari hak untuk hidup, hak memproleh pendidikan, hak hidup bersama-sama seprti orang lain, hak mendapatkan perlakuan yang sama dengan yang lain, dan masih banyak hak-hak yang lain yang masih belum bisa mereka rasakan.

Tidak ada komentar: